Minggu, 16 November 2014

Penebangan Pohon Dinilai Tak Beraturan

Ilustrasi Buy Gogle
SUMENEP – Penebangan sejumlah pohon milik pemerintah sumenep dinilai tak beraturan. Pasalnya, penebangan itu dilakukan secara sebarangan.
Pantaun Madura Online, sejak akhir tahun 2013 yang lalu hingga penghujung tahun 2014 ratusan pohon milik pemerintah yang berada dipinggir jalan ditebang dengan cara tidak beraturan. Penebangan itu dilakukan rata-rata akibat pekerjaan proyek, baik perbaikan jalan maupun perbaikan saluran air (drainase).
Sepertihalnya yang terjadi di jalan dr. Cipto, Jalan Lingkar Barat, Jalan KH. Wahid Hasyim. Bahkan, di Jalan Trunojoyo tepatnya di Desa Gedungan, Kecamatan Saronggi, puluhan taman asuh yang dibangun pada tahun 2012 yang lalu, juga sudah nyaris rata dengan tanah.
Salah satu aktivis lingkungan hidup Abd Rahman mengatakan penebangan pohon yang terjadi selama ini mencerminkan bahwa tingkat kesadaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk pelestarian lingkungan sangat rendah. "Amatan saya begitu, karena pemetintah daerah hanya terkesan bisa menanam, dan tidak tidak pernah melakukan perawatan," katanya.
Menurut Rahman, seharusnya pohon yang sudah berumur tahunan itu dilestarikan. Jikapun lahan yang ditempati diperlukan untuk fasilitas umum, pemerintah bisa memindahkannya ke lokasi lain yang tidak terkena dampak proyek.
”Kami bukannya sok tahu, namun faktanya dibawah memang yang ditebang itu rata-rata pohon yang sudah berumur puluhan tahun,” terangnya.
Lebih lanjut Rahman mengatakan, penebangan pohon itu sangat berpengaruh terhadap lingkungan, khususnya di Kota Sumenep. contoh konkritnya, kini lokasi pohon yang ditebang suasanya sudah panas. Padahal, sebelumnya cuacanya lebih sejuk.
Menurutnya, dibeberapa kota besar di Indonesia penebangan pohon sudah dihindari. Meskipun lokasi yang ditempati akan dijadikan sebagai fasilitas umum. Agar tidak menggangu, pohon itu dipindah ke lokasi lain.
”Kalau di Surabaya, pohon itu dicabut bersama akarnya kemudian dibungkus. Setelah proyek selesai, maka pohon itu akan ditanam di sekitarnya. Jika tidak ada lokasi lain, maka dupindah ke lokasi lain,” katanya.
Kabid Pengawasan dan penanggulangan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep Ernawan Utomo mengatakan, jika dirinya saaty ini tidak bisa memberikan komentar banyak. Sebab, persoalan itu tidak hanya kewenangan BLH. Melainkan, penebangan pohon itu tersebar di beberapa instansi. Salah satunya adalah berada di dinas yang memiliki proyek seperti PU Bina Marga dan PU Cipta Karya dan Tata Ruang. ”Memang kami bagian dari tim perijinan, namun untuk itu kami masih belum bisa memberikan komintar banyak,” katanya
Selain itu, lanjut Ernawan persoalan itu juga berada di bawah naungan badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT) dan kantor kebersihan dan pertamanan (KKP). ”Kami komitmen untuk melestarikan lingkungan. Namun, itu bukan wewenang kami,” katanya. (J88/F93)

Nasib Keempat Ketua Komisi Ditentukan Hari Ini

SUMENEP – Meskipun fraksi Golkar dan fraksi Demokrat sudah sudah sepakat untuk mendistribusikan keanggotaaannya ke setiap komisi yang ada, namun polemic di internal dewan masih terus memanas. Bahkan, nasib keempat ketua komisi yang telah ditetapkan sebelumnya masih dalam kondisi stagnan.
Sebagaimana kita ketahui, jika keanggotaan dua fraksi minoritas dalam komisi disahkan dalam paripurna yang dilaksanakan Jum’at malam (14/11). Meski sempat diwarnai skrorsing dan interupsi dari peserta sidang, penetapan keanggotaan komisi berhasil di sahkan oleh pimpinan DPRD Herman Dali Kusuma.
Namun sayangnya, rapat itu tidak berhasil merampungkan pembentukan alat kelengkapan DPRD. Sebab rapat paripurna yang dilaksanakan pada malam hari kembali ditunda. Alasannya, waktu yang tersedia tidak cukup. Akibatnya, penetapan keangotaan badan kehormatan (BK) dan badan legislatif (Baleg) ditunda pada hari Senin (17/11) hari ini.
Bahkan dalam rapat paripurna yang akan digelar tersebut, juga sebagai penentu posisi keempat ketua komisi yang sebelumnya sudah disahkan dalam rapat paripurna.
Wakil Ketua DPRD Sumenep Moh. Hanafi menjelaskan, besar kemungkinan jika struktur komisi dimungkinkan akan dilakukan perombakan atau dikocok ulang.
Kendati demikian, untuk kepastiannya, dirinya masih menunggu pelaksanaan rapat paripurna yang akan digelar hari ini. ”Untuk saat ini kami masih beum bisa menentukan untuk itu, kita tunggu perkembangan saja dalam rapat paripurna nanti,” kata politisi demokrat itu.
Ditanya soal pendistribusian keanggotaan disetiap komisi untuk partai Demokrat, pihaknya mengatakan, jika mendistribusikan anggota sudah sesuai dengan hasil konsultasi dengan pemerintah provinsi. Sebab, mulai sejak awal jika fraksi partai berlambangkan bintang mercy itu, akan patuh dan mengikuti pentunjuk tersebut. ”Saat ini, untuk komisi A, B dan D kami menempatkan satu anggota. Namun untuk komisi C ada tiga orang,” terangnya.
Adanya pengkocokan ulang struktur komisi itu, juga dikatakan oleh Politisi Fraksi Golkar AF. Hari Ponto. Namun, untuk kepastiannya masih menunggu pelaksanaan paripurna.
Untuk pendistribusian keanggotaa komisi, fraksi partai tertua itu juga sepakat untuk melakukan pendistribusian kadernya ke setiap komisi yang ada. ”Anggota Fraksi Golkar sudah menyebar di setiap komisi, yakni satu orang disetiap komisi,” katanya.
Terpisah ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma membenarkan bahwa rapat dengan agenda penetapan kenggotaan komisi, badan legislatif (Baleg) dan badan kehormatan (BK) ditunda. Pasalnya, waktu yang tersdia tidak cukup untuk merampungkan semua pembahasan.
Dikatakan, lambannya pembahasan itu terjadi karena pembahasan penetapan keangotaan komisi berlangsung alot. Sebab, fraksi Golkar sempat tidak bersedia untuk mendistribusikan anggotanya secara merata. Ada satu komisi yang tidak mau diisi oleh golkar. Namun, akhirnya mereka bersedoa,” katanya. (D88/F93)

Kamtibmas Lenteng Sedang Tak Bersahabat

Anggota Polsek Lenteng sedang Olah TKP.
     SUMENEP - Kondisi Kamtibmas di Kecamatan Lenteng, saat ini lagi tidak bersahabat. Bahkan sejumlah masyarakat setempat akhir-akhir ini masih diresahkan maraknya aksi tindak pidana pencurian. 
Sepertihalnya yang dialami oleh Taufiq salah satu warga Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, rumahnya dibobol maling, Ahad, (16/11) sekitar pukul 2.30. Akibatnya, satu unit motor milik isterinya diembat maling. Tidak hanya itu, satu buah Laptop, satu buah HP (Hand Phone), satu buah lampu dan juga dua buah tabung gas (Lpg) juga ikut dibawa oleh pencuri.
”Kejadian itu sangat singkat, karena sejumlah warga yang mencoba mengejarnya, juga kehilangan jejak,” kata Syaiful salah satu warga setempat.
Dikatakan, pertama kalinya aksi pencurian itu diketahui oleh Dul Mannan mertua Taufiq. Pada saat itu, Dul Manna hendak mengambil wudhu' untuk shalat subuh. Karnea melihat pintu rumahnya dalam keadaan terbuka, maka Dul Mannan memanggil isteri Taufiq yang sedang tertidur pulas di kamarnya.
Namun alangkah terkejutnya, setelah isteri Taufiq bangun dan melihat motornya yang biasa diparkir di dalam rumahnya itu sudah tidak ada. Sehingga isteri Taufiq dengaan tidak sengaja langsung berteriak maling. Selain itu, isteri Taufiq langsung menghubungi suaminya yang pada saat itu sedang berada diliar rumah.
Setelah Taufiq mendengar kabar dari isterinya itu, dirinya langsung melaporkan tindakan itu ke pihak keamanan setempat. "K. Taufiq tadi pagi langsung melaporkan kejadian itu ke polsek lenteng," lanjut Syaiful.
Tidak lama kemudian, sejumlah petugas Polsek Lenteng langsung meninjau lokasi dan melakukan oleh TKP (Tempat Kejadian Perkara). ”Benar, kami telah mendapatkan laporan tentang hal itu (Pencurian di desa ellak laok). Dan saya sudah menerjunkan anggota kami untuk oleh TKP,” kata Kaplres Sumenep AKBP Marjoko melalui Kapolsek Lenteng AKP Syakhrani kemarin.
Bahkan saat ini untuk mengetahui siapa dan motif aksi pencurian itu, pihak kepolisian polsek lenteng terus melakukan penyelidikan. ”Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya
Sebagai langkah pripentif untuk menjaga keamanan diwilayah hukum mapolsek lenteng. Dirnya kedepannya akan terus melakukan patrol. Utamanya disetiap lokasi yang dinilai rawan terjadinya aksi tindak pidana pencurian itu. ”Kami setiap malam selalu berpatroli. Termsuk tadi malam sekitar pukul 2 dini hari kami masih di atas gunung di daerah Desa Kambingan,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya juga menghimbau agar masyarakt juga ikut berpartisipasi untuk menjaga keamanan. ”Jika suda ada geliat yang dinilai mencurigakan yang dilakukan oleh salah satu masyarkat maupun kelompok, silahkan saja laporkan pada kami. Biar kami bisa segera mencegahnya,” tukasnya. (D88/F93)

Sabtu, 15 November 2014

Harga Garam Tak Kunjung Membaik

SUMENEP – Hingga memasuki akhir musim kemarau, harga garam petani di Kabupaten Sumenep tidak kunjung membaik. Kondidi itu membuat petani garam mengaku sudah muak dengan permainan harga garam yang mencekik leher.
Informasinya, harga di pasar masih di bawah cenderung stagnan. Untuk kualitas 1 (KW-1) harga yang dipatok Rp 550 ribu. Sementara untuk kualitas 2 (KW-2) harganya berkisar di bawah angka Rp 500 ribu.
 Harga itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan harga ketentuan pemerintah. Sebagiamana diatur dalam Peraturan Dirjen Perdagangan Luar Negeri nomor 2 2011 jauh lebih tinggu yakni Rp 750 ribu untuk KW-1 dan Rp 550 rubu untuk KW-2.
Patokan harga yang diberikan oleh pedagang dianggap tidak melanggar ketentuan pemerintah. ”Jelas harga yang dipatok perusahaan sudah tidak mengindahkan peraturan itu,” tegas Hasan Basri, Ketua Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras), kemarin.
Dikatakan, kondisi seperti itu terus dialami oleh petani garam setiap tahun. Bahkan upaya untuk menaikkan harga garam sudah pernah dilakukan. Dirinya, pernah meminta pemerintah pusat untuk menginformasikan kondisi di bawah.
Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.  Bahkan, karena tidak kunjung ditanggapi petani kapok menggelar kasi seperti yang pernah dilakukan. ”Kami sudah pernah mendatangi pemerintah pusat. Tapi, ternyata hingga saat ini, sama sekali tidak ada respon seperti yang diharapkan petani garam,” katanya.
Menurutnya, petani garam di Madura seperti sapi perah. Karena hanya dikondisikan untuk terus menyuplai kebutuhan garam Nasional. Sementara kesejahteraan petani garam tidak diperhatikan. Kondisi seperti itu dianggap tidak adil bagi para petani.
Lebih lanjut pria asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, itu memaparkan bahwa tidak ada sanksi apa pun yang diberikan pemerintah bagi perusahaan yang tidak mengindahkan peraturan yang dikeluarkan. Padahal sanksi itu diyakini dapat menekan perusahaan untuk membeli garam petani dengan harga yang sudah ditentukan.
Sementara itu Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Saiful Bahri mengatakan, tidak bisa berbuat banyak terhadap harga garam. Sebab, hal itu merupakan kewenangan pengusaha. ”Saya cuma bisa menghimbau agar garam Sumenep dibeli dengan harga tinggi.
          Saiful mengatakan, harga garam sangat dipengaruhi oleh kwalitasnya. Sementara penilaian pengusaha kwalitas garam di Kabupaten Sumenep tidak sampai pada kwalitas 1 (KW-1). Sehingga garam milik petani masih dihargai dengan harga rendah.
Dikatakan, untuk meningkatkan kualitas garam dirinya telah melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan memberi bantuan geo membran terhadap 93 kelompok tani. Dengan bantuan itu dia berharap kualitas garam seamki baik. (S/88)

Bupati Sumenep Kembali Terima Pataka

Madura Online
SUMENEP – Arya Wiraraja, orang pertama yang menjabat sebagai adipati di Kadipaten Sumenep, yakni pada Tahun 1269,  menyerahkan pataka kepemimpinannya pada Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Minggu (02/11/2014). 
 
Penyerahan Pataka (lambang keraton) oleh Arya Wiraraja kepada Bupati Sumenep, dimaksudkan agar Bupati Sumenep sekarang bisa melanjutkan cita-cita kepemimpinan beliau pada zaman dulu. Bupati Sumenep sekarang ditekankan agar lebih dekat masyarakat kecil, dan memperhatikan persoalan ekonomi, yang melanda masyarakat Sumenep saat ini.
 
Prosesi serah terima pataka dari Adipati pertama ke Bupati Sumenep sekarang, dilakukan di depan Masjid Agung atau Masjid Jamik Keraton Sumenep, yang sudah disulap menjadi kraton tempo dulu. Serah terima petaka kepemimpinan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sumenep ke 745. 
 
Dalam acara serah terima pataka kepemimpinan itu, melibatkan ratusan penari, serta berbagai kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Sumenep, untuk menyambut kedatangan Adipati pertama, yang menjabat pada Tahun 1269. Arya Wiraraja dilantik sebagai adipati Sumenep oleh Prabu Kertanegara, saat usianya masih 37 tahun, kehadiran Arya Wiraraja ke Sumenep langsung disambut putri-putri Sumenep, dengan taburan beras kuning sebagai lambang tolak bala. 
 
Usai posesi Arya Wiraraja, persembahan hari jadi Kabupaten Sumenep dilanjutkan dengan pagelaran Sendratari, dengan tema “Sumenep Mutiara tiga jaman”. Rangkaian acara peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep, diakhiri dengan Pawai Seni dan Budaya dari 14 Kabupaten se-Jawa. Timur, yang ikut dalam Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) yang ditempatkan di Sumenep.

"Kabupaten Sumenep mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2014, sehingga 14 kabupaten yang ikut dalam FKPU ikut menyemarakkan prosesi peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep ke 745," kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Minggu (2/11/2014).
 
Busyro memaparkan, momen peringatan hari jadi kali ini membuka kembali lembaran sejarah yang pernah dituliskan para pendahulu.  Dengan momen peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep ke 745, masyarakat harus bisa mengambil hikmah dari pelajaran sejarah, agar Kabupaten Sumenep menjadi 'The Soul of Madura Sumenep'.
 
Dikatakan, Kabupaten Sumenep mempunyai potensi sumber daya alam yang luar biasa, temasuk kekayaan pariwisata. Ada beberapa lokasi  wisata yang ada di Kabupaten Sumenep, yang sangat menarik untuk dikunjungi, seperti wisata religi, wisata alam, serta wisata kesehatan di Pulau Giliyang.
 
"Kegiatan ini untuk mengenang dan memperingati berdirinya Kabupaten Sumenep. Selain itu, juga untuk melestarikan budaya lokal, dan memperknalkan budaya pesisir utara," timpal Febriyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Sumenep.

Sementara Budayawan Sumenep, Edy Setiawan, mengaku sangat puas dengan pagelaran budaya yang ditampilkan pada peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep ke 745. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merayakan peringatan hari jadi kaliini, mampu mengeksplor semua kesenian tradisional yang berkembang ditengah-tengah masyarakat Sumenep.
 
"Peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep kali ini sangat memuaskan, karena pada peringatan kali ini, pemerintah mampu mengeksplor kesenian taradisional yang masih ada ditengah-tengah masyarakat, sehingga kesenian tradisional maupun budaya yang ada ditengah masyarakat, bisa ditonton khalayak ramai,” pungkas Edy Setiawan.
 
Acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 745, mengambil tema Pesona Pulau Giliyang, di hadiri ribuan masyarakat dari berbagai pelosok, serta puluhan turis mancanegara, seperti Spanyol, Belgia, Jerman, Polandia, dan Amerika. Usai acara prosesi peringatan hari jadi, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, melepas kirab pawai budaya yang di ikuti 14 kabupaten di Jawa Timur. (J88/F93)

GP Ansor Sukses Gelar Diklatsar

junaidi/maduraonline
SUMENEP - Perjuangan seluruh pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep untuk mencetak kader NU yang militan ternayata membuahkan hasil yang memuaskan. Buktinya, pengurus GP Ansor telah berhasil melaksankan Kemah Bakti dan Diklatsar terhadap 551 Kader NU di ujung timur pulau Madura ini. Acara yang berlangsung selama tiga hari, yakni mulai dari 26-28 September itu bertujuan untuk menceta kader NU yang militant.
Menariknya, dalam acara pembukaan Kemah Bakti dan Diklatsar yang dihelat di lapangan Sepakat Kecamatan Lenteng, langsung dibuka oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Tidak hanya itu, orang nomor di Kota Sumekar itu menjadi inspektur upacara pembukaan acara dimaksud.
Ketua GP Ansor Cabang Sumenep Moh. Muhri mengatakan, digelarnya acara tersebut sebagai bentuk keperdulian NU terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). ”Jadi, semua banser ini sebagai benteng NKRI,” katanya
Selain itu, juga banser ini nantinya akan menjadi benteng aqidah Ahlussannah waljamaah, yang saat ini sudah banyak tercoreng dengan adanya gerakan golongan radikal. Bahkan, tugas Banser tersebut juga akan menjadi benteng ulamak NU yang bersifat cultural. ”Kmai harap, setelah ada kegiatan ini tidak hanya sebagai kegiatan seremonial saja, melainkan harus ada tindak lanjut setelah sampai di PAC masing-masing,” harapnya
Sementara Bupati Sumenep A. Busyro Karim  mengatakan, keberadaan Banser telah banyak mewarnai kiprah bumi pertiwi. Banser selalu menjadi barisan pertahanan dalam dinamika perjalanan bangsa. "Banser yang berdiri pada tahun 1962 juga mempunyai peran penting dalam memberantas PKI dan antek-anteknya. Banser merupakan benteng pertahanan ulama' dan mempertahankan NKRI tanpa melihat atau golongan maupun agama." ujarnya. (88)

Petani Mulai Rasakan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi
SUMENEP - Kelangkaan Pupuk Bersubsidi saat ini mulai dirasalan oleh masyarakat Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur.
"Disini sangat sulit untuk mendapatkan pupuk, padahal sebentar lagi sudah musimnya memasang pupuk untuk tanaman jagung," kata salah satu warga Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur, Hasimah.
Bahkan, walaupun ada pupuk bersubsidi itu, harganya diataa Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. "Kalaupun ada harganya diatas seratus ribu per satu saknya (50 Kg)," terang wanita yang berprofesi sebagai petani itu.
Sesuai HET harga pupuk bersubsidi itu Rp 90 per 50 Kg. Sementara dikalangan petani berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 110 ribu per 50 Kg. "Ini bagi kami cukup membetatkan. Karena harganya sudah diluar batas normal," keluhnya.
Menurut Hasimah, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga tersebut, karena stok pupuk saat ini berkurang. Bahkan, banyak pupuk dari luar yang masuk ke daerahnya. "Yang saya dengar seperti itu. Namun pastinya kami kurang tahu juga," tukasnya. (D88/F93)